5 Mitos Aplikasi Android yang Ternyata Salah

Diposting pada

AndroidSeluler.com~Dikembangkan sejak tahun 2005, Android mulai diperkenalkan oleh Google ke publik pada tahun 2008. Menjadi sistem operasi yang mengusung Open Source, Android memberikan keleluasaan bagi banyak pihak untuk melakukan perubahan pada sistemnya. Karena itu pula, para pengembang bisa dengan leluasa mengembangkan aplikasi untuk smartphone Android.

Namun, di balik banyaknya aplikasi Android yang berada di Google Play Store, banyak juga mitos yang melanda aplikasi dan smartphone Android itu sendiri. Padahal, semua itu cuma mitos.

Apa saja sih mitos yang banyak dipercaya orang tentang aplikasi Android? Jika anda penasaran, simak nih daftar mitos seputar aplikasi Android yang sebenarnya memang cuma mitos:

  1. Membuat Aplikasi Android itu Mudah

Mitos! Kalo memang membuat aplikasi Android itu Mudah, tentu tidak akan ada aplikasi-aplikasi keren di Google Play Store yang di-download oleh jutaan orang. Ya kan semua orang tinggal membuatnya saja. Tapi faktanya masih banyak yang men-download bahkan rela membeli Aplikasi berbayar

Mungkin yang dibilang Mudah adalah membuat aplikasi launcher ke website/Blog, atau bahkan membuat aplikasi android menggunakan Web App Generator. Bukan membuat aplikasi dengan basis Java seperti yang banyak beredar di Play Store.

  1. Aplikasi Android Banyak Malware

Google menyediakan toko aplikasi khusus untuk smartphone Android, Google Play Store. Selama anda men-download aplikasi dari Google Play Store, dijamin aplikasinya aman dari Malware berbahaya dan iklan-iklan yang mengganggu. Karena Google telah melakukan kurasi sebelum aplikasi tersebut disetujui untuk muncul di Play Store. Adapun aplikasi yang mungkin banyak malware-nya adalah file APK yang di-download dari toko aplikasi pihak ketiga atau website lain.

  1. Aplikasi Android Banyak Iklannya

Lain dulu, lain sekarang. Itulah yang dialami oleh banyaknya aplikasi Android di Google Play Store. Dulu semua aplikasi masuk dengan kurasi seadanya, sehingga aplikasi yang banyak bermuatan iklan pun bisa saja di-instal oleh pengguna. Tapi sekarang Google telah memberlakukan sistem kurasi yang akan membatasi berapa banyak muatan iklan yang diizinkan. Jika terlalu banyak iklan, maka aplikasi tersebut akan ditolak Google. Dan lagi, jika anda tidak suka iklan yang ada di suatu aplikasi, anda bisa membeli aplikasi versi premiumnya. Atau anda bisa menghilangkan iklan dengan menggunakan bantuan aplikasi.

  1. Aplikasi Android Selalu Tertinggal oleh iPhone

Ah, ini cuma perasaan anda saja. Beberapa aplikasi populer memang banyak tersedia lebih dulu di iPhone, tapi tidak berselang lama aplikasi itu akan segera menyambangi Android kok. Dan jangan salah, banyak juga aplikasi populer yang lebih dulu ada di Android sebelum iOS, seperti, Google Allo, BaBe (Baca Berita) dan Poweramp Jangan lupa juga ada game Legion of Heroes dari NDOORS yang harus membuat pengguna iPhone menunggu 14 bulan untuk bisa memainkannya.

  1. Aplikasi Android Boros RAM

Salah jika anda pikir Aplikasi Android boros RAM Pasalnya yang boros RAM itu sebenarnya sistem Android itu sendiri, bukan aplikasinya. Seperti anda ketahui, vendor Android membuat UI khusus untuk setiap smartphone-nya. Tanpa disadari, UI inilah justru yang membuat smartphone Android boros RAM.

Adapun vendor smartphone yang UI-nya terkenal boros RAM adalah Xiaomi dan ASUS. Makanya banyak orang yang rela menggunakan custom ROMseperti Cyanogen MOD karena tidak nyaman dengan UI yang boros RAM dan banyaknya aplikasi bawaan suatu smartphone. Jadi, bukan aplikasi Androidnya ya yang boros RAM.

Baca juga :

Sony M4 Aqua Turun Harga Inilah Spesifikasinya Yang Bikin Ngiler

Motorola Moto Z : Smartphone Paling Tipis Di Dunia, Begini Spesifikasi Dan Harganya

Elephone S3 Tanpa Bezel Ini Harganya Tidak Bikin Kantong Bolong

Itu dia 5 mitos seputar aplikasi Android yang mungkin anda percayai sehingga tidak anda memakai smartphone Android. Padahal jika anda mau membuka mata dan telinga, aplikasi Android ini ternyata keren loh. Dan tidak kalah keren dengan aplikasi iPhone atau Windows Phone. [AndroidSeluler/Jt]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *