Tagar Uninstall Bukalapak Menggema di Sosial Media, Apa Penyebabnya?

Alasan Tagar #UninstallBukalapak dan Boikot Bukalapak

Uninstall Bukalapak, AndroidSeluler.com ~ Tagar atau hastag #UninstallBukalapak dan #TutupLapak mendadak jadi trending topic. Apa yang sebenarnya terjadi?

Situs e-commerce Bukalapak memang tengah naik daun saat ini. Malah selama sebulan terakhir pengunjung di situs jual beli onlie satu ini menunjukkan grafik yang positif dan menempel ketat rival abadinya, Tokopedia.

Namun tidak disangka, pada hari Kamis (14/02/2019) tagar atau hastag #uninstallbukalapak mendadak jadi trending di berbagai sosial media, baik itu Twitter, Instagram maupun Facebook. Aplikasi Bukalapak yang ada di Google Play Store juga tidak luput dari serbuan netizen.

Apa yang sebetulnya terjadi sampai muncul tagar Uninstall Bukalapak?

Twit CEO Bukalapak

Foto: Facebook Mak Lambe Turah

Rupanya tagar Uninstall Bukalapak dipicu oleh kemarahan netizen atas cuitan Achmad Zaky yang merupakan CEO Bukalapak di Twitter yang menyinggung soal “Presiden Baru”

Netizen menganggap Ahmad Zaky ikut bermain politik dan pro dengan salah satu kubu.

Menurut Netizen, Ahmad Zaky tidak tahu berterimakasih terhadap Presiden jokowi yang selama ini selalu gencar mempromosikan Bukalapak. Bahkan beberapa pegiat sosial menyindir Ceo Bukalapak tersebut dengan memplesetkan nama aplikasinya menjadi LupaBapak.

Berikut cuitan Achmad Zaky di Twitter:

tweet achmad zaky yang dianggap iut bermain politik dan pro dengan salah satu kubu.

Achmad Zaky menulis begini:

“Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin,”

Sasaran Kemarahan Netizen

Yang membuat netizen geram terhadap cuitan CEO Bukalapak tersebut sebetulnya bukan hanya soal “presiden baru”. Meskipun memang situs e-commerce seperti itu seharusnya bisa lebih netral.

Namun yang menimbulkan kemarahan oleh netizen, adalah data yang digunakan oleh Achmad Zaky tersebut ternyata tidak benar. Data tersebut adalah data 6 tahun lalu dimana pada waktu itu Indonesia masih dipimpin oleh Presiden SBY.

Akibat memakai data usang yang tidak benar tersebut, tidak pelak situs Bukalapak menjadi sasaran kemarahan netizen hingga hastag uninstall Bukalapak menggema menjadi trending topic di Twitter sejak kemarin (14/2/2019) malam.

Tidak hanya itu, aplikasi bukalapak baik di Google Play store maupun di appStore juga diserbu Netizen. Mereka beramai-ramai memberikan review negatif.

Klarifikasi dari Achmad Zaky

Achmad Zaky kemudian memberikan klarifikasi dan permintaan maaf kepada netizen. Zaky sendiri tidak menyangka cuitannya tersebut bisa menjadi viral dan trending dimana-mana.

Berikut permintaan maaf dari Achmad Zaky.

uninstall bukalapak twitter

“Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya 🙏🙏🙏 jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya,” tulis Achmad Zaky di akun Twitternya.

Zaky lalu menambahkan cuitan, “Saya apresiasi sekali concern masyarakat twitter soal isu R&D ini. Tanda kalau kita ga kalah pinter. R&D adalah single pembeda negara maju dan miskin. Kalau ga kuat di R&D, kita akan perang harga terus. Negara maju masuk di perang inovasi. Negara miskin masuk di perang harga.”

Baca juga:

Semoga kita bisa lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial ya. Jangan sampai termakan hoax apalagi sampai menyebarkan data yang tidak valid ke media sosial. Karena dampaknya akan merugikan banyak orang. [AS/HT]

You May Also Like

About the Author: T Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *